ORTI DEWATA.COM-KLUNGKUNG-Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung menggelar “Aksiku” (Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung) Tahun 2025. Atraksi berlangsung selama tiga hari di Panggung Terbuka Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Semarapura 16-18 Oktober di Buka Secara resmi oleh Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Ida Dalem Semaraputra, Ny. Eva Satria dan Forkompinda Klungkung, Kamis (16/10) malam.
Pada hari pertama tampil dua peserta sekaa gong kebyar wanita yakni Satya Ananda Swari Duta Kecamatan Dawan dan Gili Semara Jeroan Duta Kecamatan Nusa Penida. Pada hari kedua Jumat (17/10), giliran Sekaa Gong Istri Prami Jaya Winangun Duta Kecamatan Klungkung dan Puspita Giri Suari Duta Kecamatan Banjarangkan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan lomba Baleganjur Ngarap dan penampilan pelawak Bali Celekontong Mas, Sabtu (18/10).
Dalam penampilannya Sekaa Gong Wanita Satya Ananda Swari Duta Kecamatan Dawan menampilkan Tabuh Telu Lelambatan “Sinar Jiwani”, Tari Nelayan, Tahuh Kreaksi Baru “Raksa Muni”, dan Tari Belibis. Sedangkan
Sekaa Gong Gili Semara Jeroan Duta Kecamatan Nusa Penida menampilkan Tabuh Telu Kreasi “Mare Bangun, Tari Nelayan, Tabuh Kreasi “Cara Sai” dan penampilan Tari Merak Anggelo
Dalam sambutanya Bupati Satria memberikan apresiasi kepada seluruh komponen yang terlibat atas terselenggaranya AKSIKU tahun 2025 ini. Kedepan agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dan lebih dioptimalkan, sehingga dapat dimanfaatkan sebesar besarnya oleh masyarakat. “Semangat dari even ini adalah kita berkreasi dan berinovasi untuk tidak berdiam diri dalam rangka mewujudkan eksistensi seni dan budaya yang ada di Kabupaten Klungkung,” Ujar Bupati Satria.
Selain itu, Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung (AKSIKU) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang efektif sebagai implementasi upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan budaya untuk menggerakkan aktivitas seni dan budaya di daerah.
Sementara Kadis Kebudayaan Klungkung, Ketut Suadnyana, mengatakan Aksiku menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian seni dan budaya. “Selama dua hari akan diisi penampilan gong kebyar wanita. Ini pertama kali dilombakan, dominan pesertanya para remaja dari masing-masing kecamatan,” ujar Ketut Suadnyana
Suadnyana menambahkan, setiap kecamatan menurunkan satu sekaa gong kebyar wanita. Selain lomba gong kebyar wanita, Aksiku juga menampilkan lomba baleganjur ngarap tingkat SMP se-Kabupaten Klungkung. Lomba ini diikuti sembilan sekaa perwakilan kecamatan. Kegiatan dipusatkan di Panggung Terbuka Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe yang menjadi ikon pusat kegiatan budaya di Klungkung. Harapan besar disematkan pada penyelenggaraan Aksiku Tahun 2025 agar menjadi wadah regenerasi seniman di Kabupaten Klungkung.
Rangkaian Aksiku juga diisi dengan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada masing-masing penerimanya setelah ditetapkan sebagai WBTB tahun lalu. Di antaranya, Barong Swari dari Desa Adat Jumpai Kecamatan Klungkung, Mebayang-bayang dari Desa Adat Sengkiding Kecamatan Banjarangkan, Aci Sanghyang Grodog dari Desa Adat Lembongan Kecamatan Nusa Penida, dan Nyepi Segara dari Desa Adat Kusamba Kecamatan Dawan.(*)





