Ekonomi Klungkung Nasional
Home » Berita » Mantan Bupati Klungkung 2 Perioda, Nyoman Suwirta Dijagokan Pimpin Dekopinwil Bali.

Mantan Bupati Klungkung 2 Perioda, Nyoman Suwirta Dijagokan Pimpin Dekopinwil Bali.

ORTI DEWATA.COM-KLUNGKUNG -Bupati Klungkung masa periode 2013-2018 dan 2018-2023, I Nyoman Suwirta, saat ini dijagokan menjadi calon kuat Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali periode 2025–2030.

Nyoman Suwirta disebut-sebut menguat di lingkaran Gubernur Bali Wayan Koster, yang dikenal dekat dengan gerakan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. Nyoman Suwirta mengaku telah meminta izin dan restu kepada Gubernur Koster.

Nyoman Suwirta mantan Bupati 2 perioda tersebut bukan orang baru di dunia koperasi, sebelum terjun ke dunia politik pihaknya sempat mengabdi selama 27 tahun di Koperasi Srinadi Klungkung, tempat mengasah ilmu koperasinya dan meniti karier dari bawah sehinga memahami langsung dinamika gerakan koperasi.

Polsek Klungkung Amankan Ibadah di Gereja Santa Sisilia.

Menurut Nyoman Suwirta dirinya tumbuh di koperasi, sudah terbiasa menjalani Pahit manisnya berkoperasisaya, pihaknya percaya koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi rakyat, jika dikelola dengan prinsip gotong royong dan kekeluargaan,tanpa melepaskan profesionalisme.

Semenjak menjabat sebagai Bupati Klungkung perioda pertama (2013–2023), Nyoman Suwirta dikenal membawa semangat koperasi ke dalam kebijakan publik. Ia berani merevitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD) yang sempat mati suri, dan kini melahirkan berbagai inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu terobosannya yang paling fondamental yakni program “Beli Mahal, Jual Murah”, di mana koperasi membeli gabah petani di atas harga eceran tertinggi (HET) dan menjual beras ke masyarakat dengan harga lebih murah.

Satu lagi contoh nyata koperasi hadir bukan sekadar mencari untung, tetapi membantu petani dan masyarakat,agar lebih sejahtera. Program tersebut terbukti masih berjalan hingga kini, bahkan setelah Suwirta kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Bali dari Dapil Klungkung melalui PDI Perjuangan, sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Bali.
Terkait peluangnya menjadi Ketua Dekopinwil Bali, Suwirta memilih rendah hati dan menyerahkan sepenuhnya pada keputusan Muswil yang diikuti oleh Dekopinda se-Bali dan Koperasi Nipo Provinsi.
“Semua ada di tangan Pak Gubernur sebagai pemegang kebijakan. Intinya saya ingin koperasi tidak hanya memajukan anggotanya, tetapi juga ikut membangun tatanan perekonomian nasional,” katanya.
Suwirta menegaskan bahwa koperasi bukan semata wadah bisnis, tetapi juga sarana membangun solidaritas, gotong royong, dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Dengan berkoperasi, semangat kebersamaan dan kekeluargaan tumbuh karena usaha dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi, bukan sekadar mencari untung,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Koster yang baru-baru ini meresmikan 716 Koperasi Merah Putih di seluruh Bali.
“Bali termasuk lima besar provinsi tercepat membentuk kelembagaan koperasi ini. Itu bukti komitmen Pak Koster untuk mensejahterakan masyarakat Bali,” ujarnya.
Menurut Suwirta, koperasi adalah wadah ideal bagi masyarakat desa untuk mengelola potensi lokal dan membangun kemandirian ekonomi.
“Yang tergabung di koperasi pasti tahu betul bagaimana kesejahteraan meningkat lewat usaha bersama,” tutupnya.
Sebagai informasi, Dekopinwil berperan penting dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan gerakan koperasi di tingkat provinsi. Tugas utamanya mencakup advokasi, fasilitasi, edukasi, dan kemitraan, guna memperkuat kelembagaan koperasi serta meningkatkan partisipasi dan kualitas sumber daya manusia pelaku koperasi di daerah. (*)

Polsek Nusa Penida Bekuk Pelaku Penganiayaan dan Pengancaman dengan Sajam di Dusun Kutapang Kangin, Nusa Penida.