Internasional Klungkung Pariwisata
Home » Berita » Maraknya Isu Lingkungan Hingga Harga Tiket Jadi Alarm Serius Jelang Nataru, Pariwisata Bali Perlu Berbenah.

Maraknya Isu Lingkungan Hingga Harga Tiket Jadi Alarm Serius Jelang Nataru, Pariwisata Bali Perlu Berbenah.

ORTI DEWATA.COM-KLUNGKUNG-Ramai menjadi perbincangan di media sosial menjelang libur Natal dan Tahun Baru, pariwisata Bali kembali dihadapkan pada persoalaan dan tantangan besar.
Bukan sekadar soal ramai atau sepinya wisatawan, tetapi persoalan yang lebih mendasar tentang lingkungan, tata kelola, hingga keberlanjutan pariwisata Nusa Penida. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia BPC.PHRI Kabupaten Klungkung, Putu Darmaya, mengatakan, satu hal yang terpenting pariwisata Bali, yakni perlu adanya berbenah secara fondamental.

Bagi Putu Darmaya, yang juga pelaku usaha akomodasi wisata di Nusa Penida, perang opini di media sosial terkait jumlah kunjungan wisatawan menjelang Nataru bukanlah substansi utama persoalan.
Pihaknya menilai, polemik tersebut justru menutupi berbagai masalah nyata yang telah lama membayangi pariwisata Bali.
Bukan soal opini ramai atau sepi. Ada persoalan riel yang mempengaruhi keputusan wisatawan datang atau tidaknya ke Bali.
Ia menyebutkan, isu lingkungan menjadi faktor paling sensitif yang berdampak langsung terhadap minat kunjungan wisatawan. Informasi mengenai banjir yang berulang setiap musim hujan, persoalan sampah yang tak kunjung tuntas, hingga sorotan media sosial yang masif dan sulit dikendalikan, menciptakan persepsi negatif terhadap Bali sebagai destinasi wisata.
Hal tersebut membuat Pengusaha jadi tidak nyaman berinvestasi. Akhirnya pasar yang mereka miliki diarahkan ke daerah lain.

Dalam pandangannya, kondisi ini tidak menutup kemungkinan berkaitan dengan strategi pemerintah pusat untuk meratakan pertumbuhan pariwisata nasional dengan mempromosikan daerah-daerah lain yang selama ini belum tersentuh hingar-bingar industri pariwisata.“Kemungkinan ada strategi dari pusat untuk meratakan atau mempromosikan daerah lain yang belum terjamah pariwisata,” tegas Darmaya.

Bupati Satria Pimpin Aksi Gotong Royong Bersih Pantai di Pura Watu Klotok.

Dampak dari berbagai faktor tersebut mulai terasa nyata di lapangan. Darmaya mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir kunjungan wisatawan ke Nusa Penida mengalami kondisi low season. Ia memperkirakan situasi ini masih akan berlanjut hingga Mei 2026.
“Hanya Februari yang kami perkirakan ada sedikit peningkatan, karena adanya kunjungan wisatawan Tiongkok saat perayaan Imlek,” ujarnya.

Kondisi ini, menurut Darmaya, menjadi momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali. Ia menegaskan pariwisata Bali tidak bisa lagi hanya diukur dari angka kunjungan dan besarnya devisa.
“Pariwisata Bali tidak lagi hanya soal jumlah wisatawan dan pemasukan, tetapi juga soal kualitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mengingatkan perlunya arah kebijakan yang lebih berimbang dan berkelanjutan. Mulai dari pelibatan masyarakat lokal secara langsung dalam pengelolaan destinasi, penguatan aturan pengelolaan lingkungan, pengembangan destinasi baru yang tidak terpusat, hingga pembenahan tata kelola dan regulasi pariwisata.ungkap Putu Darmaya. (*).

Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, Pimpin Gerakan Bali Bersih Sampah,Fokuskan Pembersihan Sungai dan Danau di Bangli.