Ortidewata.com-Karangasem-Disambar petir meru tumpang sembilan di Pura Pedarmaan Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, terbakar. Akibat kejadian tersebut pengempon mengalami kerugian hinga milyaran rupiah. Dalam waktu dekat Palinggih meru akan dipugar dan dibangun kembali.
Proyek Pembangunan Pura Pedarmaan Arya Gajah Para Bretara sira arya getas dibangun sebagai wujud dan kometmen pasemetonan untuk meningkatkan srada dan bakti kepada leluhur. Ditengah proses pembangunan pura pedarmaan, pelinggih mengalami musibah kebakaran pada Minggu sore,11-01-2026, sekira pukul 13.41 dimana meru tumpang sembilan yang masih dalam proses pengerjaan tersambar petir.
Menurut salah satu, Petir menyambar pelinggih pada tumpang tiga dan merembet keseluruh tumpang meru yang pengerjaanya sudah mencapai 90 persen, proses pengerjaanya ditergetkan tuntas 2027. untuk saat ini pelinggih yang sudah rampung diantaranya Padmasana, Meru Tumpang sembilan, sapta petala, Seluang, dan Pelinggih Penglurah agung.
Ketua Pasemetonan Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana, Mengatakan kebakaran murni akibat faktor alam, pihaknya bersama pengempon dalam waktu dekat akan membongkar pelinggih meru untuk diganti baru, semendara fondasi (bataranya ) masih tetap digunakan.
Meru atap ijuk senilai 1 milyar koma 4 ratus juta rupiah lebih tersebut merupakan pelinggih tempat berstana leluhur. Pura Pedarmaan seluas 22 are dengan tiga mandala tersebut diempon Pratisentana Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas se bali.(*).




