Cuaca Klungkung Nasional
Home » Berita » Cuaca Buruk Diperairan Kusamba, Nelayan Amankan Jukungnya ke Areal Parkir.

Cuaca Buruk Diperairan Kusamba, Nelayan Amankan Jukungnya ke Areal Parkir.

Ortidewata.com-Klungkung-Cuaca buruk disertai angin kencang dan ombak pasang tinggi menerjang pesisir Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Kondisi ekstrem yang telah berlangsung hampir sepuluh hari terakhir itu memaksa nelayan setempat menghentikan aktivitas melaut.

Bahkan pada Selasa (27/1) sore sekitar pukul 18.00 Wita, sempat memicu kepanikan para nelayan saat ombak pasang menerobos daratan. Nelayan bertindak cepat lantaran puluhan jukung yang berjejer rapi di bibir pantai dihantam ombak.

Jukung-jukung nelayan tidak lagi berjajar rapi di bibir pantai. Sebagian di antaranya dipindahkan jauh ke daratan, bahkan ada yang ‘diparkir’ di badan jalan raya demi menghindari kerusakan akibat dihantam gelombang laut.

Bupati Satria Pimpin Aksi Gotong Royong Bersih Pantai di Pura Watu Klotok.

Salah seorang nelayan setempat, Ketut Subrata di temui di Pantai Segara, Rabu (28/1), mengungkapkan, cuaca buruk mulai dirasakan sejak sekitar sepuluh hari lalu. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan memilih bertahan di darat demi keselamatan.

“Sejak 10 hari nelayan di sini nganggur. Tidak berani melaut karena cuaca tidak bersahabat,” ujarnya.

Selama tidak melaut, sebagian nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki alat tangkap dan jukung. Kata dia, kondisi cuaca tidak bersahabat menjadi pukulan berat bagi nelayan harian yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.

Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, Pimpin Gerakan Bali Bersih Sampah,Fokuskan Pembersihan Sungai dan Danau di Bangli.

Nelayan Kusamba berada di persimpangan sulit, selain tak bisa melaut akibat cuaca buruk yang berkepanjangan, sepinya penyewaan jukung oleh para pemancing mania turut mematikan sumber penghasilan harian mereka.

Mereka pun kehilangan dua sumber nafkah sekaligus, melaut yang terhenti dan jukung sewaan untuk pemancing mania yang ikut sepi. Tidak adanya pemasukan selama berhari-hari membuat mereka harus berhemat sambil berharap cuaca segera membaik.

“Kemarin sempat kalang kabut. Air laut naik cepat, kami buru-buru memindahkan jukung supaya tidak rusak,” kata Ketut Subrata.

Kadek Surya Febriantari Secara Aklamasi Terpilih Menjadi Ketua TI Klungkung 2026-2030.

Ia menambahkan, beberapa jukung terpaksa dipindahkan hingga ke pinggir jalan raya untuk menghindari benturan antar perahu akibat hempasan ombak.
“Saya kemarin tergesa-gesa memindahkan jukung, biar tidak ada benturan dengan jukung lainnya,” ungkapnya.

Cuaca ekstrem dan ombak pasang ini tidak hanya mengancam mata pencaharian nelayan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan kawasan pesisir Kusamba. Apalagi abrasi di sepanjang pesisir Pantai Segara sudah parah, dulunya tambatan jukung lokasinya cukup jauh dari daratan.

“Kalau dulu, jukung masih bisa berderet tiga deret sampai ke bibir pantai. Sekarang satu (deret) saja sudah dekat dengan bibir pantai,” imbuh Subrata.

Warga pesisir tetap merasa khawatir terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang masih mungkin terjadi. BMKG Wilayah III Denpasar memperkirakan hujan sedang masih berlangsung hingga Kamis (29/1) pukul 20.00 Wita. Ketinggian gelombang mencapai 2 meter dan kecepatan angin mencapai 5-20 knot. (sty)