Ortidewata.com-Klungkung-Upaya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal tidak hanya ditentukan oleh keandalan sistem, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat. Untuk itu, PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur menggelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran di ULP Klungkung pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat personel dalam menghadapi potensi kebakaran, sekaligus memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PLN. Simulasi diikuti oleh Tim Tanggap Darurat (Seksi Pemadam), Tim TRC, jajaran manajemen, serta unsur keamanan di lingkungan UP3 Bali Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, didampingi Manager PLN ULP Klungkung, Gede Suwendra. Dari Pemerintah Kabupaten Klungkung turut hadir Dewa Putu Suwarbawa selaku Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung, serta Ketut Suadnyana Adiarta selaku Plt. Kabid Damkar Klungkung.
Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan keselamatan pegawai, aset perusahaan, dan masyarakat sekitar.
“Simulasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk komitmen PLN dalam membangun budaya tanggap darurat yang sigap dan terkoordinasi. Kami ingin memastikan seluruh tim memahami prosedur, mampu bertindak cepat, serta meminimalkan risiko apabila terjadi kondisi darurat, sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Imadya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi teknis dari Damkar Klungkung terkait penanganan kebakaran, dilanjutkan dengan praktik langsung simulasi pemadaman api yang meliputi:
• Penanganan kebakaran akibat kebocoran gas LPG
• Penggunaan fire blanket/APAT
• Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
• Evaluasi dan penguatan prosedur tanggap darurat
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, mengapresiasi langkah proaktif PLN dalam meningkatkan kapasitas personel menghadapi risiko kebakaran.
“Kami mengapresiasi komitmen PLN dalam membangun budaya keselamatan melalui simulasi tanggap darurat seperti ini. Kesiapan personel dan pemahaman terhadap penggunaan APAR, fire blanket, maupun penanganan kebakaran akibat gas LPG sangat penting untuk meminimalkan risiko serta mencegah dampak yang lebih besar,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara instansi pemerintah dan BUMN menjadi kunci dalam memperkuat mitigasi risiko bencana.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Dengan latihan yang berkelanjutan, respons terhadap kondisi darurat akan semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Bali Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dengan didukung sistem manajemen keselamatan kerja yang kuat, profesional, dan responsif terhadap potensi risiko, demi menjaga keselamatan bersama serta keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.(sty).





