Denpasar Teknologi
Home » Berita » Pemadaman Listrik Akibat Gangguan Transmisi Jawa–Bali.

Pemadaman Listrik Akibat Gangguan Transmisi Jawa–Bali.

Ortidewata.com-Denpasar, 23 Februari- 2026— PLN UID Bali memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil pasca gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang terjadi pada Minggu malam (22/2). Berkat respons cepat dan koordinasi solid antar tim, sistem berhasil dipulihkan hanya kurang dari satu jam.Gangguan terjadi pada pukul 19.39 WITA akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi sistem interkoneksi Jawa–Bali. Dalam kondisi tersebut, sistem proteksi kelistrikan bekerja secara otomatis untuk mengamankan jaringan. Sistem proteksi ini berfungsi seperti pengaman pada instalasi listrik di rumah, namun dalam skala besar. Saat terdeteksi gangguan, sistem akan secara otomatis melepaskan sebagian beban untuk mencegah dampak yang lebih luas dan menjaga peralatan tetap aman.

Mengutip Siaran Pers PLN UIT JBM, gangguan tersebut sempat menyebabkan pelepasan sebagian beban sistem sebagai bagian dari mekanisme pengamanan saat gangguan terdeteksi, sebelum seluruh sistem kembali normal pada pukul 20.36 WITA.

Berdasarkan pemetaan sistem, gangguan terdampak di beberapa kabupaten/kota dengan konsentrasi wilayah antara lain Badung, Karangasem, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Denpasar, Buleleng, Klungkung, dan Bangli. Wilayah dengan kepadatan terdampak terbesar berada di kawasan Badung dan Karangasem.

Pemkab Perkuat Identitas Daerah Melalui Ranperda Pemajuan Kebudayaan dan Penamaan Jalan di Klungkung.

Di beberapa wilayah lain, gangguan bersifat penyulang, yakni hanya terjadi pada satu jalur distribusi listrik tertentu dari gardu induk ke kelompok wilayah tertentu. Artinya, dampak padam bersifat lokal dan tidak meluas ke seluruh kabupaten/kota, sementara wilayah yang terhubung pada jalur distribusi lain tetap normal.

Begitu gangguan terdeteksi, tim operator dan pemeliharaan PLN langsung melakukan pengamanan serta manuver sistem guna menjaga stabilitas tegangan dan mempercepat proses penormalan. Koordinasi intensif antarunit dilakukan untuk memastikan pasokan listrik kembali pulih secara bertahap dan aman.

General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi kunci keberhasilan pemulihan dalam waktu singkat.

Bupati Bangli Gelar Rakor Forkopimda Perkuat Tata Kelola Lingkungan dan Sosial, Tindak Lanjut Arahan Presiden dan Gubernur Bali.

“Seluruh tim bergerak cepat sejak awal gangguan terdeteksi. Koordinasi dilakukan secara intensif agar proses penormalan dapat berlangsung aman dan terkendali. Pada pukul 20.36 WITA, sistem kelistrikan Bali kembali normal 100 persen,” ujar Eric.

Dengan demikian, total waktu pemulihan berlangsung kurang dari satu jam sejak gangguan terjadi. Selama proses tersebut, seluruh pembangkit berada dalam kondisi aman dan sistem tetap stabil.

Menanggapi informasi yang beredar mengenai adanya pemadaman bergilir selama satu pekan di Bali, PLN menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. PLN tidak menerapkan dan tidak merencanakan pemadaman bergilir. Saat ini sistem kelistrikan Bali dalam kondisi normal dengan daya mampu yang mencukupi kebutuhan pelanggan.

Akibat Cuaca Buruk,Tembok Senderan Rumah Warga di Nusa Penida Amblas.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan sebagian pelanggan selama gangguan berlangsung. Peristiwa ini menjadi evaluasi bersama untuk terus memperkuat sistem dan meningkatkan ketahanan jaringan, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

PLN mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi PLN, termasuk aplikasi PLN Mobile dan Contact Center 123, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Keandalan pasokan listrik di Bali menjadi prioritas PLN dalam mendukung aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.(*).