Ortidewata.com-Klungkung-Dampak cuaca buruk disertai hujan deras dengan intensitas yang sangat tinggi, senderan pekarangan warga di banjar behu, Desa Bunga mekar, Kecamatan Nusa Penida, Pada Minggu malam, Pukul 22.30/22-Pebruari 2026 amblas, yang membuat tiga unit pelinggih terancam ikut longsor, akibat kejadian tersebut pemilik rumah mengalami kerupian hinga puluhan juta rupiah.
Cuaca buruk disertai hujan lebat akhir-akhir ini kerap terjadi di Nusa Penida, yang membuat beberapa infrastruktur dan senderen jadi labil, sempat diguyur hujan sehari penuh, membuat senderan rumah dan Pramajan warga atas nama Putu Mariyasa, di Banjar Behu, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida Longsor, tembok senderan setinggi 3 meter tersebut amblas hingga kedasar tembok yang sempat menutupi akses jalan jurusan Toya Pakeh menuju Destinasi wisata kelingking beach.
Longsor selebar 8 meter tersebut lantaran tembok senderan tidak kuat menahan beban air hujan, akibat kejadian tersebut tiga unit pelinggih terancam ikut longsor, fondasi pelinggih yang mengantung diantaranya rong tiga, rong dua, dan Taksu, warga dan pemilik rumah berupaya melakukan pembersihan material longsoran secara manual.
Menurut pemilik rumah Putu Marayasa, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan membangun kembali tembok yang, agar pelingih yang ada tidak tergerus air hujan, sementara untuk melakukan penyenderan harus dengan penuh kehati-hatian karena urugan yang masih stabil dikawatirkan terjadi longsor.
Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian hinga puluhan juta rupiah lebih, pihaknya berharap kepada pihak terkait terutama Pemkab. Klungkung melalui BPBD untuk menindaklanjuti ke Pemprov Bali, karena kejadian ini merupakan bencana alam akibat cuaca buruk.(sty).





