Klungkung Regional Seni Budaya
Home » Berita » Pasraman Berperan Aktif Lestarikan Seni Budaya Bali.

Pasraman Berperan Aktif Lestarikan Seni Budaya Bali.

Ortidewata.com- Nusa Penida- Pasraman Satyam “amretha giri Shanti” Nusa Penida hadir untuk membangun SDM yang berakhlak dan berbudi pakerti wujudkan program nasional menuju generasi emas 2045 yang berlandaskan agama Hindu, Pasraman ini juga sebagai wadah pelestarian seni budaya dan menjadi pusat pendidikan spiritual ditengah menghadapi hiruk pikuknya perkembangan pariwisata Nusa Penida.
Degradasi budi pekerti merupakan persoalan yang sangat serius terjadi dikalangan generasi muda, dimana kemerosotan nilai moral,etika, dan prilaku luhur saat ini menurun. Fenomena ini sering ditandai dengan kurangnya rasa hormat, pergaulan bebas, dan penurunan sopan santun, terutama di kalangan remaja akibat pengaruh globalisasi sehinga berdampak pada individu yang  cenderung melanggar aturan dan norma yang berlaku.
Berikut adalah poin-poin penting terkait degradasi budi pekerti, penyebab utamanya Sering kali dipicu oleh dampak negatif globalisasi yang mempermudah informasi yang masuk  tidak tersaring, hal tersebut mempengaruhi pola pikir dan perilaku remaja.

Contoh degradasi munculnya perilaku menyimpang, berkurangnya etika dalam bermedia sosial mengabaikan sopan santun terkikis. Upaya penanggulangan dibutuhkan pendidikan karakter untuk Memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila dan agama sebagai fondasi akhlak, hal tersebut tidak terlepaskan dari peran Guru di sekolah dan orang tua serta didukung oleh lingkungan  dalam menerapkan keteladanan, memberikan motivasi kepada siswa untuk beretika.
Peran lingkungan lingkungan dikolaborasikan antara orang tua, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk membina kembali perilaku dan moral.
Penguatan budi pekerti sangat penting untuk mencegah kerusakan moral yang lebih dalam, terdegradasi budi pekerti atau penurunan moral disebabkan oleh lemahnya pengawasan serta kurangnya nilai penanaman agama pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan norma lokal juga mempercepat merosotnya akhlak, khususnya pada kalangan pelajar.

Penyebab degradasi budi pekerti salah satu diantaranya Kurangnya perhatian dan contoh yang baik dari yang dituakan, serta pola asuh yang buruk, pergaulan , lingkungan sosial, Pengaruh teman sebaya yang buruk memicu penyimpangan perilaku, seperti pergaulan bebas dan tawuran.
Diera kekinian dampak teknologi dan media sosial juga berkontribusi dimana pengunan teknologi yang tidak bijak, akses mudah, konten negatif, dan media sosial meningkatkan risiko krisis moral. Kurangnya pendidikan agama Lemahnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang seharusnya menjadi fondasi akhlak mulia, justru minin di lembaga pendidikan formal.
Terjadinya Degradasi sering terlihat dari menurunnya rasa hormat dari orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua, sering kita lihat orang yang disucikan seperti Pemangku dan sulinggih kerap mendapat Bulian hal tersebut lantaran beberapa oknum tidak bisa menempatkan diri.
Kemerosotan moral tidak hanya terjadi dikalangan generasi muda tapi kini juga terjadi dikalangan orang dewasa, orang cenderung hormat hanya pada saat berhadapan didepan individu.
Degradasi moral merupakan kemunduran atau penurunan kualitas budi pekerti seseorang yang terjadi saat ini, hal tersebut dibutuhkan penanganan yang pondamental melalui pemahaman Budi pakerti, dalam hal ini, Pasraman di Bali berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan Hindu nonformal yang sangat strategis untuk membina spiritualitas menanamkan Budi pakerti serta melestarikan seni budaya Bali yang berlandaskan agama Hindu.

Pemkab Klungkung Akan Relokasi Warga Monggalan.

Pasraman juga berperan aktif sebagai tempat pembelajaran ritual, filsafat, dan ajaran etika, fungsi utama pasraman membentuk mentalitas dan moral generasi muda berdasarkan ajaran agama, bertindak sebagai benteng pertahanan karakter di era globalisasi, menjadi pusat untuk mendalami Panca Sradha (dasar keyakinan Hindu) dan Mengajarkan tata cara pelaksanaan Yadnya (upacara), seni keagamaan, serta tradisi adat istiadat serta
Meningkatkan pemahaman dan kesadaran beragama agar menjadi umat yang berkualitas, memiliki jati diri, dan berintegritas.Pasraman kini sebagai sarana vital dalam pembinaan generasi Hindu untuk menjaga keberlanjutan adat dan budaya Bali.

Menurut salah satu pemilik dan pembina Pasraman Satyam “amretha giri Shanti” yang ada di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Guru Ketut Kusetyawan, mengatakan pihaknya membangun Pasraman untuk melestarikan seni budaya Bali melalui sekolah Minggu(Sunday School) Pasraman yang bernaung dibawah Yayasan Prshanti Giri Nusa ini juga memiliki agro, dimana agro ini khusus mengkoleksi Tamanan langka sebagai sarana dan penunjang upacara adat Bali, tercatat puluhan tanaman langka sudah ditaman dengan konsep “Taru pramana” sebagai perindang, sebagai obat yang diharapkan memberikan kesejukan dan kenyamanan anak Pasraman saat melakukan aktivitas belajar mengajar yang dipadukan dengan beberapa pasilitas seperti, taman bunga dan spot selfie berupa patung Dewa yang ikonik, hal tersebut lantaran Pasraman Satyam mengusung tema “ngardi Shanti ikang jagat lan astiri dharma” dengan konsep melali sambil melajah.

Sementara itu, Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof.Dr.Drs. I Nengah Duija, mengatakan “Pasraman merupakan sebuah pranata sosial yang tidak hanya membangun karakter keagamaan hindu yg kokoh, tetapi juga mengawal peradaban intelektualitas berbasis moral keagamaan, sehingga mampu membangun kohesi sosial sedini mungkin di kalangan generasi muda Hindu menghadapi gempuran peradanan hedonis, individualisme, dan desakralisasi kehidupan agama hindu kini dan masa yg akan datang”
Untuk melestarikan seni budaya, Pasraman Satyam kini juga memiliki wadah berupa sanggar seni nusa dengan nama “Siwa Natha Raja” sanggar ini nantinya mempasilitasi kegiatan belajar mengajar yang di Pasraman, khususnya dibidang seni.(Dw.Ayu).

DLHK. Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber.